Minggu, 11 Juli 2010

proposal

HUBUNGAN ANTARA PERHATIAN SISWA DENGAN
PRESTASI BELAJAR PADA BIDANG BIOLOGI
MTS LEMPUR KECAMATAN
GUNUNG RAYA


A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang. Pendidikan adalah pengalaman-pengalaman belajar terprogram dalam bentuk pendidikan formal dan non formal, dan informal di sekolah, dan di luar sekolah, yang berlangsung seumur hidup yang bertujuan optimalisasi pertimbangan kemampuan-kemampuan individu, agar dikemudian hari dapat memainkan peranan hidup secara tepat.
Kebutuhan akan pendidikan merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri, bahkan semua itu merupakan hak semua warga Negara, Berkenaan dengan ini, di dalam UUD'45 Pasal 31 ayat (1) secara tegas disebutkan bahwa; "Tiap-tiap warga Negara berhak mendapat pengajaran". Tujuan pendidikan nasional dinyatakan dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dalam perkembangannya istilah pendidikan berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan secara sengaja terhadap anak didik oleh orang dewasa agar anak didik menjadi dewasa, dalam perkembangan selanjutnya, pendidikan berarti usaha yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental. Dengan demikian pendidikan berarti, segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembanagan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan.
Dalam perkembangan proses kedewasaan tersebut, tidak semua tugas pendidikan dapat dilakukan oleh orang tua dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam ilmu pengetahuan yang lainnya. Oleh karena itu orang tua mengirim anak-anaknya ke sekolah untuk belajar berbagai ilmu pengetahuan.
Dapat kita mengerti betapa pentingnya proses mendidik anak dalam lingkungan. Proses pendidikan itu dapat tercapai apabila tercipta harmonisasi antara orang tua dengan guru sebagai pendidik di sekolah.
Dari pernyataan di atas, dapat diambil kesimpulan, bahwa peranan pendidikan agama islam itu sangat penting bagi manusia, apalagi bagi anak-anak. Dalam suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh besar pada pembentukan karakter seorang anak. Maka dari itu, penulis merasa tertarik untuk membahas lebih dalam dengan mengadakan penelitian dan mengkaji terhadap tema tersebut dan dituangkan dalam proposal skripsi dengan judul : “ Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Di Mts Pendung Tengah Penawar”.
B. Rumusan dan Batasan Masalah
1. Rumusan Masalah
Bertolak dari masalah tersebut di atas, penulis akan merumuskan masalah yang menjadi dasar pokok pembahasan skripsi ini. Adapun rumusan masalah tersebut adalah :
1. Bagaimanakah proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTS Pendung Tengah Penawar ?
2. Apa saja kendala yang dihadapi oleh Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina meningkatkan hasil belajar siswa di MTS Pendung Tengah Penawar ?
3. Apakah Solusi Guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan hasil belajar di MTS Pendung Tengah Penawar ?
2. Batasan Masalah
Agar tidak terjadinya ketidak sesuaian penelitian dengan masalah yang penulis ajukan dan agar terpokusnya penelitian pada pokok permasalahan, maka perlu penulis memberikan batasan masalah, adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah hanya terpokus pada apasaja kendala dan solusi guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan hasil belajar siswa di MTS Pendung Tengah Penawar
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
a. Ingin mengetahui bagaimana hasil belajar pendidikan agama islam di MTS Pendung Tengah Penawar
b. Ingin mengetahui apa saja kendala yang dihadapi Guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan hasil belajar pendidikan agama islam di MTS Pendung Tengah Penawar ?
c. Ingin mengetahui bagaimana Solusi yang dilakukan Guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan hasil belajar pendidikan agama islam di MTS Pendung Tengah Penawar
2. Kegunaan Penelitian
a. Sebagai inforasi awal atau informasi tambahan dalam upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak Siswa di MTS Pendung Tengah Penawar
b. Sebagai sumbangan pemikiran penulis bagi di MTS Pendung Tengah Penawar dalam rangka meningkatkan hasil belajar pendidikan agama islam di MTS Pendung Tengah Penawar
c. Sebagai wahana pengembangan ilmu pengetahuan bagi peneliti sekaligus berupaya memahami bagaimana berinteraksi dengan kepala sekolah, guru, karyawan dan siswa di MTS Pendung Tengah Penawar
d. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.PdI) Pada STAIN Kerinci
D. Prosedur Penelitian
Dalam suatu penelitian dibutuhkan data yang obyektif, pembahasan penelitian dibahas secara teoritis dan empiris. Pembahasan teoritis bersumber pada kepustakaan yang merupakan karangan ahli yang terkait dengan judul penelitian ini.
Sedangkan pembahasan emperis, bersumber dari peneliti dengan cara mencari, mengamati dan mengelola data yang diperoleh dari hasil penelitian. Dalam penelitian metode penelitian yang digunakan meliputi:
1. Jenis dan Sumber data
a. Jenis Data
1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperloleh lansung dari guru, kepala sekolah, siswa dan data yang menyangkut :
a. Hasil belajar pendidikan agama islam di MTS Pendung Tengah Penawar
b. Kendala yang dihadapi oleh Guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan hasil belajar pendidikan agama islam di MTS Pendung Tengah Penawar
c. Solusi yang dilakukan Guru Pendidikan Agama Islam dalam meninkatkan hasil belajar pendidikan agama islam di di MTS Pendung Tengah Penawar

2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang di peroleh dari sumber ang telah terdokumentasi, yang meliputi :
a. Keadaan Sekolah
b. Struktur Organisasi MTS Pendung Tengah Penawar
c. Keaadan guru
d. Keadaan Siswa
e. Keadaan tata usaha dan sarana prasarana sekolah
b. Sember Data
Adapun sumber data yang dikumpilkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang lansung diperoleh dari guru, kepala sekolah, dan siswa. Sedangkan data sekunder adalah data yang telah terdokumentasi serta yang diperoleh dari perpustakaan berupa buku-buku yang ada hubungannya kompetensi guru dan pendidikan Islam secara umum
2. Populasi dan sampel
a. Populasi
Populasi adalah keseluruuhan objek yang menjadi sasaran penelitian, adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah, siswa, kepala sekolah, guru dan personis di MTS Pendung Tengah Penawar, sebagaimana tertera pada table berikut:


Tabel : Keaadaan Popolasi Penelitian Berdasarkan Unsur dan Jumlahmya
No Unsur Populasi Jumlah
1
2
3
4 Siswa
Guru
Kepala sekolah
Pegawai 116 siswa
16 orang
1 orang
5 orang
Total 175 orang
Sumber : Tata Usaha MTS Pendung Tengah Penawar, Pendung Tengah, 10 Mei 2010

b. Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang menajadi simber data dalam penelitian ini. Menurut Suharsimi Ari Kunto sampel adalah bagian atau wakil dari populasi yang di teliti. Lebih jauh dikatakan bahwa sampel adalah pemilihan wakil dari seluruh objek penelitian. Menginggat pokus penelitian ini adalah upaya guru pendidikan agama Islam dalam membina akhlak siswa di di MTS Pendung Tengah Penawar dan kendala-kendala yang dihadapi guru pendidikan agama Islam dalam membina akhlak siswa maka penulis mengambil sampel adalah beberapa guru dan siswa di MTS Pendung Tengah Penawar pada tahun ajaran 2010/2011 oleh sebab itu, penulis akan menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah suatu tekknik yang digunakan pada penelitian-penelitian yang lebih mengutamakan tujuan penelitian dari pada sifat populasi dalam menentukan sampel penelitian.
3. Teknik Pengumpulan Data
Dalam hal pengumpulan data ini,penulis terjun langsung pada objek penelitian untuk mendapatkan data yang valid, maka peneliti menggunakan metode sebagai berikut:
a. Wawancara Mendalam (Depth Interview)
Interview sering juga disebut dengan wawancara atau kuesioner lisan adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara.
Metode interview yaitu merupakan suatu proses tanya jawab lisan, dimana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara pisik, yang satu dapat melihat muka yang lain, mendengar dengan telinganya sendiri, suara adalah alat kesimpulan informasi yang langsung tentang beberapa jenis data sosial, baik yang terpendam (tercatat) atau interast.
Jadi dalam penelitian ini, sesuai dengan metode ini dalam mengumpulkan informasi juga melalui cara wawancara dengan pihak-pihak tertentu yang dapat memberikan informasi yang valid dan komplit adapun pihak tersebut adalah : Guru Pendidikan Agama Islam di MTS Pendung Tengah Penawar
b. Metode Dekomentasi
Dekomentasi dari asal katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dekumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya.
Masih menurut suharsimi metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda dan sebagainya. Dengan metode ini peneliti menggali data berdasarkan catatan-catatan atau dokumen lain yang ada disekolah.
c. Metode Observasi
Sering sekali orang mengartikan observasi sebagai aktifitas yang sempit, yakni memperhatikan sesuatu dengan menggunakan mata. Didalam pengertian psikologi, observasi atau disebut pula dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Jadi mengobservasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap. Apa yang dilakukan ini sebenarnya adalah pengamatan langsung. Di dalam artian penelitian observasi dapat dilakukan dengan rekaman gambar, rekaman suara, dokumentasi
Menurut Marzuki metode observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala atau fenomena yang diselidiki.
Metode ini sangat tepat untuk mengetahui obyek secara langsung tentang suatu peristiwa, kejadian maupun masalah yang sedang terjadi dilapangan penelitian. Dalam hal ini metode observasi digunakan untuk memperoleh data lengkap mengenai kondisi umum, lingkungan sekolah, kegiatan proses belajar mengajar, keadaan fasilitas belajar, kurikulum pembelajaran, metode pengajaran maupun kondisi belajar siswa.
Jadi dengan menggunakan model ini berarti peneliti dapat melakukan pengamatan langsung terhadap kancah penelitian dan sebagai obyek penelitian, terutama mengenai upaya membina akhlak
untuk meningkatkan dan kekuatan akhlak siswa di MTS Pendung Tengah Penawar.
4. Teknik Analisa Data
Teknik analisa data yang akan penulis lakukan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriktif, yaitu dengan memaparkan data dengan apa adanya. Pada tahap pertama, analisis data akan dilakukan sewaktu berlansungnya pengambilan data, tahap kedua akan dilaksanakan setelah selesai mengumpulkan data, dan tahap ketiga akan dilakukan dalam penyajian data dengan pola piker :
a. Induktif
Metode induktif ini merupakan metode berpikir untuk mengambil kesimpulan dari yang bersifat khusus kepada yang bersifat umum
b. Deduktif
Metode deduktif merupakan metode berpikir untuk mengambil kesimpulan dari yang bersifat umum kepada yang bersifat khusus
c. Komperatif
Metode komperatif adalah metode menarik kesimpulan dengan cara membandingkan data-data yang telah terkumpul
Pada tahap akhir akan dibuat sebuah kesimpulan yang perlu dipervifikasikan lebih lanjut. Dari analisa data yang yang terakhir akan dapat ditarik suatu kesimpulan atas penelitian yang telah dilakukan.




























DAFTAR BAHAN BACAAN SEMENTARA

Hasbullah. 2005. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Ramayulis. 2002. Ilmu Pendidikan Islam Jakarta: Kalam Mulia.

Lexy J. Moleong. 2002. Metododologi Penelitian Kualitatif Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Moh Nazir. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Galia Indonesia. Cet. III.

Mudiyaharjo, Redja. 2002. Pengantar Pendidikan: Sebuah Studi Awal Tentang Dasar-dasar Penddidikan pada Umumnya dan Pendididkan di Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, Cet ke-2.

Suharsimi Arikonto. 2002. ProsedurPenelitian Suatu pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta, Cet.XII.




























OUT LINE

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rmusan dan Batasan Masalah
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
D. Prosedur Penelitian
BAB II GAMBARAN UMUM MTS PENDUNG TENGAH PENAWAR
A. Histors dan Geografis
B. Struktur Organisasi
C. Keadaan Guru, Siswa, dan Tata Usaha
D. Keadaan Sarana dan Prasarana
BAB III LANDASAN TEORITIS
A. Pengertian pendidikan agama islam
B. Guru dalam pendidikan agama islam
C. Tujuan dan manfaat pendidikan agama islam
D. Urgensi pendidikan agama islam
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Hasil belajar pendidikan agama islam di MTS Pendung Tengah Penawar
B. Kendala yang dihadapi oleh Guru Pendidikan Agama Islam meningkatkan hasil belajar pendidikan agama islam di MTS Pendung Tengah Penawar
C. Solusi yang dilakukan oleh Guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan hasil belajar pendidikan agama islam di MTS Pendung Tengah Penawar


BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar